Suara Merdeka dan Pesantren Bersinergi: Gelar GSM (Gerakan Santri Menulis) ke-32
Suara Merdeka dan Pesantren Bersinergi: Gelar GSM (Gerakan Santri Menulis) ke-32 di Pondok Pesantren Al-Irsyad Al-Mubarok Gajah Demak, Suburkan Literasi Santri

By Moh Noor Ronji 23 Feb 2026, 14:07:13 WIB Ponpes
Suara Merdeka dan Pesantren Bersinergi: Gelar GSM (Gerakan Santri Menulis) ke-32

Ahad, 22 Februari 2026, menjadi hari yang tak terlupakan bagi para santri di Pondok Pesantren Al-Irsyad Al-Mubarok Gajah Demak. Di tengah rutinitas akhir pekan, semangat literasi justru berkobar melalui gelaran Gerakan Santri Menulis (GSM) ke-32 yang bertema “Pelatihan Santri Gen-Z Memproduksi Konten Media”. Bekerja sama dengan Suara Merdeka Network, sebuah media terkemuka di Jawa Tengah, kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Irsyad Al Mubarok, Kecamatan Gajah ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme, mengubah momen Ahad biasa menjadi hari yang sarat inspirasi. Jajaran santri tampak bersemangat mengikuti rangkaian acara, menunjukkan bahwa haus akan ilmu dan keinginan untuk berkarya tak pernah padam. Mereka hadir bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban, melainkan untuk menyalakan api perubahan melalui ujung pena dan kreativitas digital di era modern.


Lebih dari sekadar pelatihan teknis merangkai kata, Gerakan Santri Menulis 2026 ini dirancang sebagai wadah komprehensif untuk membangun keberanian intelektual. Para peserta diajak untuk berani menyampaikan gagasan, menuangkan pemikiran kritis, dan mengasah kepekaan terhadap realitas sosial di sekitar mereka. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun tradisi literasi yang kokoh di lingkungan pesantren, sebuah tradisi yang selama ini menjadi denyut nadi peradaban Islam. Para santri dibimbing untuk percaya diri bahwa setiap untaian kata yang mereka hasilkan bukanlah sekadar tugas, melainkan potensi menjadi cahaya perubahan. Tulisan mereka diyakini mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat luas, menembus batas-batas fisik pesantren dan menyapa masyarakat dengan pesan-pesan kebaikan dan pencerahan, terutama melalui konten-konten positif di ruang digital.

Baca Lainnya :


Keseriusan penyelenggaraan GSM 2026 ini juga ditandai dengan hadirnya para pejabat daerah yang memberikan dukungan penuh. Puncak acara ditandai dengan pembukaan secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak, Bapak Akhmad Sugiharto, ST, MT. Kehadiran beliau di tengah para santri memberikan semangat tersendiri, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Daerah memiliki perhatian besar terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan budaya literasi. Dalam sambutannya, Sekda Demak menyampaikan apresiasi mendalam kepada Suara Merdeka Network yang secara rutin menginisiasi Gerakan Santri Menulis. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga bagian dari langkah konkret membangun peradaban berbasis ilmu pengetahuan. “Gerakan Santri Menulis diharapkan dapat menyuburkan semangat literasi dan kreativitas santri serta memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah dan bangsa,” ujar beliau. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya literasi di era digital yang tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, memilah kebenaran, berpikir kritis, serta memproduksi konten yang bermanfaat dan bernilai dakwah. Ia pun mendorong para santri untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang positif, inspiratif, dan mencerahkan. “Santri harus hadir di ruang digital untuk menyampaikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin melalui tulisan, video, podcast, dan konten kreatif lainnya. Jangan biarkan ruang digital dipenuhi hoaks dan ujaran kebencian,” tegasnya .


Senada dengan Sekda, semangat literasi digital juga menjadi sorotan utama dari pihak penyelenggara. Suara Merdeka Network, melalui para pimpinannya, menegaskan komitmennya untuk terus membersamai santri dalam mengasah kemampuan literasi. Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Bapak Agus Toto Widyatmoko, menegaskan bahwa literasi media menjadi kebutuhan mendesak bagi santri. “Santri hari ini bukan hanya pembaca, tetapi juga produsen konten yang membawa pesan moderasi dan nilai kebangsaan,” ujar beliau. Nilai-nilai ini sejalan dengan apa yang diharapkan dapat dipraktikkan langsung oleh para santri di Demak.  Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Bapak Rukardi juga memberikan motivasi kepada kalangan santri agar bisa meneladani tokoh-tokoh yang sukses menjadi penulis hebat. Beliau berharap, keteladanan tersebut mampu menjadi inspirasi bagi para santri untuk menghasilkan karya tulisan yang mampu menjadi inspirasi banyak orang . Suara Merdeka, melalui gerakan ini, tidak sekadar berbagi takjil di bulan suci, tetapi memilih jalan yang lebih bermakna yaitu berbagi ilmu kepenulisan dan literasi digital yang sangat berguna sebagai bekal berdakwah di era modern.


Dengan bekal semangat dari para pemimpin daerah dan praktisi media, Gerakan Santri Menulis 2026 di Demak diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka. Kegiatan ini diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang membangun budaya menulis dan memproduksi konten positif di lingkungan pesantren. Para santri didorong untuk terus menuangkan gagasan, refleksi keagamaan, serta ide kreatif dalam bentuk karya tulis maupun konten digital. Melalui gerakan ini, pesantren kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai kawah candradimuka lahirnya generasi literat, kreatif, dan berdaya saing di era digital, yang siap menyinari bangsa dengan karya-karya terbaiknya.


#GSMke32

#GSM2026

#GerakanSantriMenulis

#Ramadhan1447H

#MAAlIrsyadGajah

#MAIGAJAYA

#AyokeMAIGA

#SPMB2026/2027

#SuksesSPMB




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment